02 April 2013

Trading Forex Dengan Analisa Intermarket


Intermarket berarti hubungan dan interaksi antara berbagai jenis pasar dengan instrument tradingnya masing-masing. Pergerakan harga dari berbagai jenis pasar tersebut saling mempengaruhi satu sama lain, misalnya antara pasar saham dan pasar komoditi, antara pasar komoditi dan pasar forex, dan lain sebagainya. Para trader forex profesional selalu menerapkan metode analisa intermarket guna memaksimalkan keuntungan dan mengurangi resiko akibat pengaruh salah satu jenis pasar terhadap pasar forex. Selain itu trader forex juga bisa melakukan hedging posisi tradingnya dengan masuk pada jenis pasar yang lain.

Pasar forex tidak terisolasi dan bergerak sendiri, melainkan bagian dari dinamika ekonomi global dan berbagai jenis pasar yang turut mempengaruhinya. Dengan mencermati pergerakan berbagai jenis pasar kita bisa memperoleh petunjuk arah gerakan suatu pasangan mata uang. Pada umumnya analisa intermarket pada pasar forex dilakukan dengan memperhatikan pergerakan indeks harga saham, bond dan harga komoditi utama dunia. Dengan mengetahui pengaruh masing-masing jenis pasar tersebut terhadap pasar forex kita bisa memperoleh sinyal guna memprediksi arah gerakan suatu pasangan mata uang tertentu.

                                          

Prinsip dasar analisa intermarket1. Dalam pasar keuangan dunia, ada 4 instrument yang saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu indeks harga saham, harga dan yield bond (bond pemerintah atau bond corporate besar), harga komoditi utama dunia dan pasangan beberapa mata uang utama (terhadap USD maupun yang cross currency)
2. Indeks harga saham digunakan untuk mengetahui arah perputaran uang dalam ekonomi global. Dalam keadaan normal, jika indeks harga saham suatu negara menguat maka nilai mata uang negara tersebut juga akan menguat, dan sebaliknya.
3. Harga bond dan yield bond digunakan untuk mengetahui gambaran pergerakan tingkat suku bunga suatu negara.
4. Harga komoditi utama dunia digunakan untuk mengetahui gambaran tingkat inflasi, tingkat permintaan dan penawaran (demand and supply) pada beberapa negara eksportir utama dan importir utama komoditi dunia.

Hubungan antara indeks harga saham dan pasangan mata uang
Pasar saham adalah acuan utama pasar keuangan, dan indeks harga saham mewakili tingkat harga saham-saham utama (blue chips) suatu negara. Untuk membeli saham suatu negara, kita harus menggunakan mata uang negara tersebut. Untuk melakukan investasi pada saham-saham utama Jepang, investor dari Eropa harus menukarkan mata uang Euro-nya dengan Yen Jepang. Permintaan Yen Jepang yang meningkat menyebabkan nilai tukarnya naik, sebaliknya penjualan mata uang Euro menyebabkan supply-nya meningkat sehingga nilai tukarnya berkurang.

Jika prospek pasar saham suatu negara bagus, maka aliran dana yang cukup besar akan masuk ke negara tersebut hingga memperkuat nilai tukar mata uangnya. Sebaliknya, jika pasar saham memburuk maka para investor akan memindahkan dananya ke negara lain yang prospek pertumbuhannya sedang bagus, sehingga mata uang negara tersebut akan melemah. Sebagai trader di pasar forex, Anda seharusnya juga mengikuti kondisi pasar saham di beberapa negara ekonomi utama dunia. Aliran uang akan terjadi pada negara yang indeks harga sahamnya sedang melemah ke negara yang indeks harga sahamnya sedang menguat. Itulah sebabnya indeks harga saham yang menguat akan diikuti oleh nilai mata uang yang menguat pula, dan sebaliknya. Jika Anda membeli mata uang suatu negara yang prospek pasar sahamnya bagus dan menjual mata uang suatu negara yang kondisi pasar sahamnya sedang memburuk, maka tentu Anda akan dapat meraup keuntungan.

Walau demikian, keadaan seperti diatas hanya bisa terjadi dalam kondisi perekonomian global yang normal, sedang dalam kondisi krisis atau resesi global, keadaan sebaliknya bisa saja terjadi. Sebagai contoh, korelasi antara indeks harga saham Nikkei dan USD/JPY (gambar bawah)

                   

Sebelum resesi ekonomi global yang dimulai tahun 2007, indeks harga saham Nikkei dan mata uang JPY memang searah, atau indeks Nikkei dan USD/JPY bergerak berlawanan atau dengan korelasi negatif, sehingga jika indeks Nikkei menguat maka JPY juga menguat (USD/JPY melemah). Namun setelah terjadi krisis keuangan yang diikuti oleh resesi global, korelasi indeks Nikkei dan USD/JPY berubah menjadi positif yang berarti jika indeks Nikkei menguat maka JPY melemah (USD/JPY menguat). Ada berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi, yang tidak diulas dalam serial artikel ini. Yang jelas keduanya tidak bergerak sendiri-sendiri, tetapi tetap saling mempengaruhi dengan korelasi positif.

Ketika pasar saham suatu negara yang diwakili oleh indeks harga saham menguat, maka tingkat kepercayaan investor terhadap negara tersebut sedang meningkat, sehingga aliran investasi asing yang masuk ke negara tersebut akan menyebabkan meningkatnya permintaan mata uang lokal hingga nilai tukarnya menguat. Sebaliknya, ketika harga-harga saham lokal mulai jatuh, kepercayaan investor asing menurun dan menukarkan kembali investasi mata uang lokal ke mata uang asal sehingga nilai tukar mata uang lokal akan melemah. Fenomena ini bisa dilihat pada dinamika naik turunnya perekonomian Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. 

Setiap timbul gejolak, yang terpukul duluan adalah pasar saham, baru kemudian pasar bond dan nilai tukar mata uang. Mengenai hubungan antar pasar saham di berbagai negara, secara umum bisa disimpulkan bahwa pasar saham di seluruh dunia bergerak dalam arah yang sama atau mempunyai korelasi positif. Ketika terjadi krisis ekonomi global, harga saham-saham di berbagai negara akan berjatuhan. Sebagai contoh, berikut korelasi antara indeks saham Dow Jones (AS) dan indeks saham Nikkei (Jepang).
                                                                 


Beberapa indeks harga saham penting dunia yang perlu diperhatikan sebagai indikator utama adalah:

1. The Dow Jones Industrial Average (DJIA, atau Dow Jones) - Amerika Serikat
Indeks Dow Jones merupakan indikator utama yang mewakili 30 perusahaan raksasa AS seperti AT&T, Pfizer, McDonalds dan lainnya. Indeks Dow Jones selalu menjadi acuan investor seluruh dunia dan merupakan indikator sentimen pasar yang penting. Indeks Dow juga sensitif terhadap perubahan iklim politik dan ekonomi global.

2. The Standard & Poor 500 (S&P 500) - Amerika Serikat
S&P 500 adalah indeks harga saham 500 perusahaan besar di AS. Setelah indeks Dow Jones, S&P adalah indeks saham yang banyak diperdagangkan di AS. Saat ini pamor S&P 500 cukup tinggi dan dijadikan acuan para fund manager dan beberapa institusi keuangan AS seperti dana pensiun dan lainnya.

3. National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ) - Amerika Serikat
Adalah indeks harga saham dari 3700 perusahaan di AS. Indeks saham penting di AS setelah Dow Jones dan S&P 500.

4. The Nikkei - Jepang
Adalah indeks harga saham rata-rata dari 225 perusahaan besar di Jepang seperti Toyota, Japan Airlines, Fuji film dan lainnya. Sebagai indikator utama, pamor Nikkei bisa dikatakan setara dengan Dow Jones.

5. Deutscher Aktien Index (DAX) - Jerman
Adalah indeks harga saham blue-chip dari 30 perusahaan utama di Jerman seperti BMW, Deutsche Bank, dan lainnya, yang diperdagangkan di Frankfurt Stock Exchange. Dengan eksistensi Jerman sebagai negara perekonomian terbesar di kawasan Euro, indeks saham DAX selalu menjadi perhatian investor.

6. The DJ Euro Stoxx 50 (Dow Jones Euro Stoxx 50) - Kawasan Euro
Adalah indeks harga saham dari 50 perusahaan besar di kawasan Euro dari berbagai sektor. Indeks saham yang mulai naik pamornya ini dibuat oleh Stoxx Limited, sebuah perusahaan afiliasi antara Deutsche Boerse AG, Dow Jones & Company dan SIX Swiss Exchange.

7. The FTSE (Footsie) - UK
Adalah indeks harga saham dari berbagai perusahaan utama di UK yang diperdagangkan di London Stock Exchange. Ada beberapa versi tergantung dari jumlah perusahaan yang diperhitungkan dalam indeks, misalnya FTSE 100 atau FTSE 250.

8. The Hang Seng (Hang Seng) - Hong Kong
Adalah indeks harga saham dari beberapa perusahaan besar di China dan Hong Kong. Indeks saham Hang Seng selalu menjadi acuan di pasar Asia setelah indeks saham Nikkei. Saat ini indeks saham Hang Seng dikelola oleh HSI Services Limited, anak perusahaan dari Hang Seng Bank.

Pengaruh bond dalam pasar keuangan global
Saat ini pasar bond merupakan salah satu bagian inti dari sistem pasar keuangan global, dan selalu menjadi perhatian para trader forex. Sebuah bond adalah tanda bukti bahwa investor telah setuju untuk memberikan sejumlah dana pinjaman kepada pemerintah suatu negara (untuk bond pemerintah ataugovernment bond) atau sebuah badan hukum (untuk bond perusahaan atau institusi), dengan batas waktu pengembalian dan tingkat suku bunga yang telah ditentukan oleh penerbit bond. Investor adalah pembeli bond, yang akan memperoleh pembayaran kembali dana pokoknya setelah bond tersebut jatuh tempo. 

Waktu jatuh tempo bisa beberapa bulan hingga lebih dari 50 tahun. Pembayaran bunga bisa dilakukan dalam periode waktu tertentu sesuai ketentuan (misalnya setahun 2 kali atau setahun sekali). Bunga yang dibayarkan merupakan keuntungan yang diperoleh investor, atau disebut yield bond. Karena bond biasanya diperdagangkan di pasar sekunder, maka harga bond dan yield bond bisa berubah-ubah. Perubahan yield bond sejalan dengan perubahan tingkat suku bunga bank. Jika suku bunga bank naik maka yield bond naik, dan sebaliknya. Jika yield bond naik maka harga bond tersebut akan turun seperti ilustrasi berikut (karakteristik sebenarnya tidak mesti seperti gambar, hanya sebagai illustrasi).

                                            

Bond pemerintah (government bond) selalu dianggap sebagai alat investasi yang paling aman. Satu-satunya yang menyebabkan kerugian dalam investasi pada bond pemerintah adalah bila pemerintahan negara tersebut bangkrut sehingga terjadi gagal bayar. Untuk negara besar seperti AS, German atau Jepang, hal tersebut sangat kecil kemungkinannya. Selain itu yield bond pemerintah bisa digunakan sebagai prediksi arah tingkat suku bunga bank negara tersebut.

Hubungan yield bond dengan nilai tukar mata uang
Yield bond bisa digunakan sebagai indikator untuk pasar modal. Yield bond AS mengindikasikan kondisi pasar modal AS, dengan demikian mencerminkan permintaan mata uang US dollar. Tingkat suku bunga bank menggambarkan tingkat inflasi. Jika suku bunga bank naik, yield bond naik dan harga bond turun. Kenaikan tingkat suku bunga bank akan menyebabkan nilai tukar mata uang menguat. 
Jadi meningkatnya yield bond (atau turunnya harga bond) menyebabkan apresiasi nilai tukar mata uang. Keadaan ini bisa terjadi pada kondisi ekonomi dengan inflasi positif (normal). Pada keadaan perekonomian yang sedang deflasi, maka akan terjadi pergeseran atau perubahan hubungan antar parameter tersebut diatas.

Spread bondSpread bond (bond spread) adalah perbedaan yield bond antara dua negara. Perbedaan atau spread ini bisa saja mendorong investor melakukan praktek carry trade. Dengan selalu mencermati spread bond dan perubahan tingkat suku bunga, kita akan bisa memprediksikan arah pergerakan pasangan mata uang. Ketika spread bond antara kedua negara melebar, mata uang negara dengan yield bond yang lebih tinggi akan menguat terhadap mata uang negara yang yield bond-nya lebih rendah.

Sebagai contoh berikut adalah spread bond antara bond pemerintah Australia dan Amerika Serikat (masing-untuk jangka waktu 10 tahun), dan nilai tukar AUD/USD:

                       

Ketika spread bond naik dari 0.5% ke 1% dari tahun 2002 hingga 2004, AUD/USD naik hampir 50%, dari level 0.5000 ke 0.7000. Pada tahun 2007, ketika spread bond meningkat dari 1% ke 2.5%, AUD/USD naik dari 0.7000 ke sekitar level 0.9000, sebesar kira-kira 2000 pips.

Komoditi utama dan mata uangJenis komoditi utama dunia yang mempengaruhi nilai tukar mata uang dalam hal ini adalah emas (gold)dan minyak mentah (crude oil). Seperti telah diulas sebelumnya dalam artikel ‘mata uang komoditi’, Australia dollar adalah yang paling besar korelasinya terhadap harga emas dunia. Secara historis, AUD/USD mempunyai korelasi positif 80% terhadap emas seperti gambar berikut:

                 

Pasangan mata uang utama lainnya yang mempunyai korelasi terhadap emas adalah US dollar vs Swiss franc (USD/CHF). Tidak seperti Australia yang penghasil emas nomer 2 dunia, korelasi nilai tukaer Swiss franc terhadap harga emas disebabkan karena lebih dari 25% uang di Swiss diback-up oleh jumlah cadangan emas negara tersebut. CHF mempunyai korelasi positif terhadap emas, atau USD/CHF dan emas mempunyai korelasi negatif.
                 

Hubungan antara emas dan US dollar sendiri cenderung mempunyai korelasi negatif. Secara tradisional bila perekonomian global sedang tumbuh, investor cenderung untuk membeli US dollar dan menjual emas, dan sebaliknya. US dollar dan juga sekarang Yen Jepang, telah dianggap sebagai mata uang safe haven dan merupakan salah satu alat investasi yang cukup aman.

Minyak mentah, atau sering disebut juga sebagai ‘emas hitam’ (black gold), adalah salah satu komoditi utama dunia yang sangat mempengaruhi pasar keuangan dunia. Energi industri di negara-negara ekonomi utama dunia masih sangat bergantung pada minyak, oleh karena itu fluktuasi harga minyak akan berdampak pada variabel biaya produksi dan transportasi yang pada akhirnya bisa mempengaruhi output negara tersebut. Karena harga minyak mentah dunia dipatok dengan US dollar, maka fluktuasi nilai US dollar akan berpengaruh langsung terhadap harga minyak dunia.

Seperti telah diulas dalam artikel ‘mata uang komoditi’, USD/CAD adalah pasangan mata uang yang paling tinggi korelasinya terhadap harga minyak mentah dunia. Nilai tukar CAD mempunyai korelasi positif terhadap harga minyak, sehingga jika harga minyak naik CAD akan naik atau USD/CAD turun, dan sebaliknya. Berikut korelasi antara harga minyak mentah dunia dan USD/CAD antara tahun 2000-2011:

                 


Kesimpulan
Dari beberapa ulasan sebelumnya, sebagai dasar untuk analisa intermarket dalam pasar forex dapat disimpulkan:

Jika indeks Dow Jones turun, maka indeks Nikkei juga turun. Selain karena korelasi positif antar pasar saham dunia, juga karena perekonomian AS sangat erat berhubungan dengan Jepang.
Jika indeks Nikkei melelemah, maka USD/JPY juga melemah atau JPY menguat, dan sebaliknya. Selain korelasi positif antara Nikkei dan dollar-Yen sejak krisis global 2007, investor juga melihat Yen sebagai mata uang safe haven sehingga ketika kondisi pasar saham sedang memburuk mereka masuk ke Yen.

Jika yield bond naik, maka nilai tukar mata uang lokal akan menguat. Selain korelasi positif antara yield bond dan tingkat suku bunga bank (yang juga mempengaruhi nilai tukar mata uang lokal), tingkat pendapatan (return) bond yang tinggi akan menarik investor hingga menyebabkan permintaan mata uang lokal juga meningkat.

Jika harga emas naik, maka US dollar cenderung turun, AUD/USD dan NZD/USD naik (selain korelasi positif antara AUD dan NZD, Selandia Baru juga penghasil emas), dan USD?CHF turun.
Jika harga emas naik, maka EUR/USD cenderung naik. Emas dan mata uang Euro sering diartikan sebagai ‘anti dollar’ atau yang berlawanan terhadap pergerakan US dollar.
Jika harga minyak mentah dunia naik, maka USD/CAD turun.

Sumber : www.babypips.com

◄ Previous Next ►
Blogger Widgets
 

Forex Strategy

More Strategy >>;

Download Indicator

More Indicator >>;

Download EA

More EA >>;

Download E-Book

More E-Book >>;